Tips Mengatasi Nyeri Saat Berhubungan Seksual (Dispareunia)

Tips Mengatasi Nyeri Saat Berhubungan Seksual (Dispareunia)

Tips mengatasi nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia) bukan topik favorit untuk dibicarakan. Banyak orang memilih diam, berharap keluhan hilang sendiri. Masalahnya, dispareunia jarang membaik tanpa memahami penyebabnya terlebih dahulu.

Apa Itu Dispareunia

Dispareunia adalah rasa nyeri yang muncul sebelum, saat, atau setelah hubungan seksual. Nyeri dapat terasa di area vagina, panggul, atau perut bagian bawah. Pada sebagian orang, keluhan muncul terus-menerus.

Nyeri saat hubungan intim bukan kondisi normal. Rasa sakit yang berulang menandakan adanya gangguan fisik atau psikologis yang perlu ditangani.

Penyebab Umum Nyeri Saat Berhubungan Seksual

Kurangnya pelumasan sering menjadi penyebab nyeri saat berhubungan seksual. Kondisi ini dapat dipicu perubahan hormon, terutama pasca melahirkan atau menopause.

Infeksi vagina juga dapat menimbulkan dispareunia. Peradangan membuat jaringan menjadi sensitif dan mudah nyeri. Selain itu, kontraksi otot dasar panggul yang berlebihan turut berperan.

Faktor Psikologis yang Berpengaruh

Stres dan kecemasan memengaruhi respons tubuh saat berhubungan. Ketegangan membuat otot panggul tidak rileks. Akibatnya, nyeri saat hubungan intim lebih mudah terjadi.

Pengalaman traumatis di masa lalu juga dapat memicu dispareunia. Tubuh bereaksi defensif tanpa disadari. Faktor ini sering luput dari perhatian.

Tips Mengatasi Dispareunia

Menggunakan pelumas berbahan dasar air dapat membantu mengurangi nyeri saat berhubungan seksual. Pelumasan yang cukup mengurangi gesekan berlebih.

Komunikasi dengan pasangan sangat penting. Rasa aman dan nyaman membantu tubuh lebih rileks. Nyeri saat hubungan intim sering berkurang ketika tekanan emosional menurun.

Latihan relaksasi otot dasar panggul juga bermanfaat. Fisioterapi panggul dapat membantu mengontrol kontraksi otot. Pendekatan ini efektif pada dispareunia tertentu.

Kapan Harus ke Dokter

Jika nyeri saat berhubungan seksual berlangsung lama, pemeriksaan medis diperlukan. Terutama bila disertai perdarahan atau keputihan abnormal.

Evaluasi dokter membantu menentukan penyebab pasti. Penanganan yang tepat mencegah masalah berulang. Dispareunia bukan sesuatu yang harus ditoleransi.

Pentingnya Penanganan Menyeluruh

Penanganan nyeri saat hubungan intim tidak selalu dengan obat. Pendekatan fisik dan psikologis sering diperlukan bersamaan.

Dengan terapi yang sesuai, kualitas hubungan dapat membaik. Tubuh mampu kembali merespons secara sehat. Dispareunia dapat diatasi bila ditangani dengan tepat.

Layanan konsultasi tersedia di Wahid Clinic, dengan pendekatan profesional dan menjaga privasi pasien.

Cek instagram @wahidclinic untuk info kesahatan menarik lainnya! https://www.instagram.com/wahidclinic

Pimpinan Wahid Clinic
Pimpinan Wahid Clinic

Mayjen TNI (Purn) dr. Komarudin Boenjamin, Sp.U

adalah pimpinan Wahid Clinic, beliau merupakan anggota dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia, dan menamatkan pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Urologi di Universitas Indonesia.

Saat ini beliau juga berpraktik pada Poli Urologi Wahid Clinic setiap sabtu

Supervisor KGH
brigjen dr jonny sppd kgh supervisor kgh wahid

Brigjen TNI dr. Jonny, Sp.PD., KGH., M.Kes., M.M., DCN

adalah Supervisor KGH unit hemodialisa kami, Beliau meluluskan pendidikannya di Universitas Padjadjaran sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi.

salah satu perawat mahir yang berpraktik di wahid clinic pun adalah anak didik langsung saat pelatihan hemodialisa di RSPAD

Dokter Spesialis
dr. Sri Rahaju SppD Finasim

dr. Sri Rahaju Sp.PD FINASIM

adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam, yang telah berpengalaman bertahun-tahun,

Pada tahun 1995, beliau lulus dari Universitas Indonesia dan mendapat gelar Dokter Umum. Setelah itu, beliau kembali melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2006.

Dokter
dr Risya Salimah wahid clinic

dr. Risya Salimah

dr Risya Salimah menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Jenderal Soedirman, dan telah menyelesaikan pelatihan  hemodialisa di RSPAD, dan saat ini beliau dipercaya sebagai kepala ruangan unit hemodialisa dibawah supervisor dan bimbingan dr Deden Djatnika, SpPD dan Brigjen TNI dr. Jonny SpPD KGH

Klik pada gambar Untuk Buat Janji