Skrining Penyakit Menular Seksual (PMS), Tes Apa Saja yang Tersedia

Skrining Penyakit Menular Seksual (PMS), Tes Apa Saja yang Tersedia

Skrining Penyakit Menular Seksual (PMS), Tes Apa Saja yang Tersedia merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi. Banyak infeksi menular seksual tidak bergejala. Skrining penyakit menular seksual (PMS) membantu deteksi dini dan pencegahan komplikasi.

Apa Itu Skrining Penyakit Menular Seksual

Skrining penyakit menular seksual (PMS) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi yang menular melalui hubungan seksual. Pemeriksaan dilakukan meski tanpa gejala. Prosedur ini juga disebut pemeriksaan PMS.

Mengapa Skrining PMS Penting

Skrining membantu menemukan infeksi sejak dini. Penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Skrining penyakit menular seksual (PMS) mencegah penularan ke pasangan.

Infeksi yang tidak terdeteksi dapat menimbulkan komplikasi. Kesuburan dapat terganggu. Pemeriksaan PMS berperan dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Siapa yang Dianjurkan Melakukan Skrining

Individu aktif secara seksual dianjurkan melakukan skrining. Pergantian pasangan meningkatkan risiko infeksi. Skrining penyakit menular seksual (PMS) penting pada kelompok berisiko.

Wanita hamil juga dianjurkan menjalani pemeriksaan. Deteksi dini melindungi ibu dan janin. Pemeriksaan PMS membantu pencegahan penularan vertikal.

Jenis Tes dalam Skrining PMS

Tes darah digunakan untuk mendeteksi HIV dan sifilis. Pemeriksaan ini umum dalam skrining penyakit menular seksual (PMS). Hasil membantu evaluasi infeksi sistemik.

Tes urine dapat mendeteksi gonore dan klamidia. Sampel cairan tubuh juga dapat digunakan. Pemeriksaan PMS disesuaikan dengan risiko dan keluhan.

Tes khusus dapat dilakukan sesuai indikasi. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga profesional. Skrining penyakit menular seksual (PMS) bersifat individual.

Persiapan Sebelum Pemeriksaan

Persiapan skrining penyakit menular seksual (PMS) relatif sederhana. Informasi riwayat seksual perlu disampaikan. Kejujuran membantu akurasi hasil.

Beberapa tes memerlukan waktu tertentu setelah paparan. Dokter akan memberikan arahan. Pemeriksaan PMS sebaiknya dilakukan sesuai anjuran.

Makna Hasil Skrining PMS

Hasil negatif menunjukkan tidak terdeteksi infeksi. Pemantauan tetap dianjurkan sesuai risiko. Skrining penyakit menular seksual (PMS) dapat diulang berkala.

Hasil positif memerlukan penanganan medis. Terapi diberikan sesuai jenis infeksi. Pemeriksaan PMS membantu menentukan langkah lanjutan.

Pentingnya Konseling dan Tindak Lanjut

Konseling membantu memahami hasil pemeriksaan. Edukasi pencegahan diberikan kepada pasien. Skrining penyakit menular seksual (PMS) tidak berhenti pada hasil tes.

Tindak lanjut diperlukan untuk memastikan keberhasilan terapi. Pemeriksaan ulang dapat dianjurkan. Pemeriksaan PMS mendukung kesehatan berkelanjutan.

Layanan Cek Lab tersedia di Wahid Clinic untuk skrining PMS dengan prosedur profesional dan hasil terpercaya.

Cek instagram @wahidclinic untuk info kesahatan menarik lainnya! https://www.instagram.com/wahidclinic

Pimpinan Wahid Clinic
Pimpinan Wahid Clinic

Mayjen TNI (Purn) dr. Komarudin Boenjamin, Sp.U

adalah pimpinan Wahid Clinic, beliau merupakan anggota dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia, dan menamatkan pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Urologi di Universitas Indonesia.

Saat ini beliau juga berpraktik pada Poli Urologi Wahid Clinic setiap sabtu

Supervisor KGH
brigjen dr jonny sppd kgh supervisor kgh wahid

Brigjen TNI dr. Jonny, Sp.PD., KGH., M.Kes., M.M., DCN

adalah Supervisor KGH unit hemodialisa kami, Beliau meluluskan pendidikannya di Universitas Padjadjaran sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi.

salah satu perawat mahir yang berpraktik di wahid clinic pun adalah anak didik langsung saat pelatihan hemodialisa di RSPAD

Dokter Spesialis
dr. Sri Rahaju SppD Finasim

dr. Sri Rahaju Sp.PD FINASIM

adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam, yang telah berpengalaman bertahun-tahun,

Pada tahun 1995, beliau lulus dari Universitas Indonesia dan mendapat gelar Dokter Umum. Setelah itu, beliau kembali melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2006.

Dokter
dr Risya Salimah wahid clinic

dr. Risya Salimah

dr Risya Salimah menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Jenderal Soedirman, dan telah menyelesaikan pelatihan  hemodialisa di RSPAD, dan saat ini beliau dipercaya sebagai kepala ruangan unit hemodialisa dibawah supervisor dan bimbingan dr Deden Djatnika, SpPD dan Brigjen TNI dr. Jonny SpPD KGH

Klik pada gambar Untuk Buat Janji