Kanker Ovarium, Gejala Awal yang Sering Terabaikan

Kanker Ovarium, Gejala Awal yang Sering Terabaikan

Kanker Ovarium, Gejala Awal yang Sering Terabaikan merupakan kondisi serius yang kerap terdeteksi terlambat. Penyakit ini menyerang indung telur wanita. Kanker ovarium sering berkembang tanpa gejala khas pada tahap awal.

Apa Itu Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah pertumbuhan sel abnormal pada jaringan ovarium. Sel kanker dapat menyebar ke organ sekitar. Kondisi ini juga dikenal sebagai kanker indung telur.

Mengapa Gejalanya Sulit Disadari

Gejala awal kanker ovarium sering menyerupai gangguan pencernaan. Keluhan muncul secara ringan dan tidak spesifik. Hal ini membuat kanker indung telur sering terabaikan.

Keluhan dapat datang dan pergi. Intensitas gejala sering dianggap tidak berbahaya. Kanker Ovarium, Gejala Awal yang Sering Terabaikan berkembang perlahan tanpa tanda mencolok.

Gejala Awal Kanker Ovarium

Perut terasa kembung berkepanjangan dapat menjadi tanda. Nyeri panggul ringan sering diabaikan. Gejala ini umum pada kanker ovarium tahap awal.

Perubahan pola buang air kecil juga dapat terjadi. Rasa cepat kenyang patut diwaspadai. Kondisi ini sering muncul pada kanker indung telur.

Gejala Lanjutan yang Perlu Diwaspadai

Penurunan berat badan tanpa sebab jelas dapat terjadi. Nyeri perut menjadi lebih sering. Kanker ovarium dapat memengaruhi nafsu makan.

Perdarahan di luar siklus menstruasi perlu perhatian. Tubuh mudah lelah tanpa aktivitas berat. Gejala ini berkaitan dengan kanker indung telur.

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Riwayat keluarga meningkatkan risiko kanker ovarium. Faktor usia juga berperan penting. Gangguan hormonal dapat memengaruhi risiko kanker indung telur.

Wanita yang belum pernah hamil memiliki risiko tertentu. Riwayat endometriosis juga berpengaruh. Faktor ini perlu dievaluasi secara medis.

Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini kanker ovarium meningkatkan peluang keberhasilan terapi. Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan. Evaluasi dini membantu mencegah penyebaran kanker indung telur.

Pemeriksaan ginekologi berperan penting. USG membantu mendeteksi kelainan ovarium. Konsultasi dokter diperlukan bila muncul keluhan.

Kapan Harus Berkonsultasi

Segera berkonsultasi bila gejala berlangsung lebih dari dua minggu. Keluhan yang berulang perlu evaluasi lanjutan. Kanker ovarium tidak boleh diabaikan.

Pemeriksaan medis membantu memastikan diagnosis. Penanganan lebih dini memberikan hasil lebih baik. Kanker indung telur memerlukan perhatian serius.

Layanan dokter Obgyn tersedia di Wahid Clinic untuk konsultasi promil dengan biaya Rp150.000, serta pemeriksaan USG 2D, 4D, dan transvaginal sesuai kebutuhan.

Cek instagram @wahidclinic untuk info kesahatan menarik lainnya! https://www.instagram.com/wahidclinic

Pimpinan Wahid Clinic
Pimpinan Wahid Clinic

Mayjen TNI (Purn) dr. Komarudin Boenjamin, Sp.U

adalah pimpinan Wahid Clinic, beliau merupakan anggota dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia, dan menamatkan pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Urologi di Universitas Indonesia.

Saat ini beliau juga berpraktik pada Poli Urologi Wahid Clinic setiap sabtu

Supervisor KGH
brigjen dr jonny sppd kgh supervisor kgh wahid

Brigjen TNI dr. Jonny, Sp.PD., KGH., M.Kes., M.M., DCN

adalah Supervisor KGH unit hemodialisa kami, Beliau meluluskan pendidikannya di Universitas Padjadjaran sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi.

salah satu perawat mahir yang berpraktik di wahid clinic pun adalah anak didik langsung saat pelatihan hemodialisa di RSPAD

Dokter Spesialis
dr. Sri Rahaju SppD Finasim

dr. Sri Rahaju Sp.PD FINASIM

adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam, yang telah berpengalaman bertahun-tahun,

Pada tahun 1995, beliau lulus dari Universitas Indonesia dan mendapat gelar Dokter Umum. Setelah itu, beliau kembali melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2006.

Dokter
dr Risya Salimah wahid clinic

dr. Risya Salimah

dr Risya Salimah menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Jenderal Soedirman, dan telah menyelesaikan pelatihan  hemodialisa di RSPAD, dan saat ini beliau dipercaya sebagai kepala ruangan unit hemodialisa dibawah supervisor dan bimbingan dr Deden Djatnika, SpPD dan Brigjen TNI dr. Jonny SpPD KGH

Klik pada gambar Untuk Buat Janji