Frozen Shoulder, Latihan Peregangan untuk Mengatasi Bahu Kaku

Frozen Shoulder, Latihan Peregangan untuk Mengatasi Bahu Kaku

Frozen Shoulder, Latihan Peregangan untuk Mengatasi Bahu Kaku menjadi salah satu pendekatan penting untuk membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kembali rentang gerak bahu. Kondisi yang dikenal juga sebagai adhesive capsulitis ini sering membuat aktivitas sederhana seperti mengangkat tangan atau memakai baju terasa menyiksa.

Apa Itu Frozen Shoulder

Frozen shoulder adalah kondisi ketika sendi bahu mengalami kekakuan, nyeri, dan keterbatasan gerak secara bertahap. Hal ini terjadi akibat penebalan dan peradangan kapsul sendi bahu. Bahu kaku biasanya berkembang perlahan dan dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun bila tidak ditangani dengan tepat.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti frozen shoulder belum sepenuhnya diketahui. Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan imobilisasi bahu terlalu lama, cedera, atau pasca operasi. Risiko lebih tinggi ditemukan pada penderita diabetes, gangguan tiroid, dan individu usia 40–60 tahun. Kurangnya pergerakan sendi mempercepat terjadinya kekakuan bahu.

Gejala yang Sering Dirasakan

Gejala utama adalah nyeri bahu yang menetap dan semakin memburuk saat digerakkan. Rentang gerak bahu menjadi sangat terbatas, baik saat digerakkan sendiri maupun dibantu orang lain. Pada fase tertentu, nyeri bisa berkurang tetapi kekakuan tetap bertahan.

Peran Latihan Peregangan

Frozen Shoulder, Latihan Peregangan untuk Mengatasi Bahu Kaku berperan penting dalam proses pemulihan. Peregangan membantu menjaga elastisitas kapsul sendi, mengurangi kekakuan, dan meningkatkan fleksibilitas bahu. Latihan yang dilakukan secara rutin dan terkontrol dapat mempercepat perbaikan fungsi sendi.

Contoh Latihan Peregangan Bahu

Latihan pendulum dilakukan dengan membiarkan lengan menggantung dan digerakkan perlahan membentuk lingkaran kecil. Peregangan dinding membantu meningkatkan elevasi bahu secara bertahap. Peregangan rotasi luar menggunakan tongkat atau handuk juga efektif untuk membuka ruang gerak sendi. Semua latihan sebaiknya dilakukan tanpa paksaan dan sesuai toleransi nyeri.

Kapan Perlu Fisioterapi

Jika latihan mandiri tidak memberikan perbaikan signifikan, fisioterapi menjadi pilihan penting. Terapis akan menyesuaikan program latihan, modalitas terapi, dan teknik manual untuk mengurangi nyeri serta meningkatkan fungsi bahu. Penanganan yang tepat mencegah kekakuan menjadi permanen.

Pencegahan Bahu Kaku

Menggerakkan bahu secara aktif setelah cedera atau operasi sangat dianjurkan. Hindari imobilisasi berkepanjangan tanpa pengawasan medis. Deteksi dan penanganan dini bahu kaku membantu mencegah frozen shoulder berkembang lebih berat.

Frozen Shoulder, Latihan Peregangan untuk Mengatasi Bahu Kaku merupakan kombinasi yang efektif bila dilakukan secara konsisten dan sesuai panduan tenaga kesehatan.

Cek instagram @wahidclinic untuk info kesahatan menarik lainnya! https://www.instagram.com/wahidclinic

Pimpinan Wahid Clinic
Pimpinan Wahid Clinic

Mayjen TNI (Purn) dr. Komarudin Boenjamin, Sp.U

adalah pimpinan Wahid Clinic, beliau merupakan anggota dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia, dan menamatkan pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Urologi di Universitas Indonesia.

Saat ini beliau juga berpraktik pada Poli Urologi Wahid Clinic setiap sabtu

Supervisor KGH
brigjen dr jonny sppd kgh supervisor kgh wahid

Brigjen TNI dr. Jonny, Sp.PD., KGH., M.Kes., M.M., DCN

adalah Supervisor KGH unit hemodialisa kami, Beliau meluluskan pendidikannya di Universitas Padjadjaran sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi.

salah satu perawat mahir yang berpraktik di wahid clinic pun adalah anak didik langsung saat pelatihan hemodialisa di RSPAD

Dokter Spesialis
dr. Sri Rahaju SppD Finasim

dr. Sri Rahaju Sp.PD FINASIM

adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam, yang telah berpengalaman bertahun-tahun,

Pada tahun 1995, beliau lulus dari Universitas Indonesia dan mendapat gelar Dokter Umum. Setelah itu, beliau kembali melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2006.

Dokter
dr Risya Salimah wahid clinic

dr. Risya Salimah

dr Risya Salimah menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Jenderal Soedirman, dan telah menyelesaikan pelatihan  hemodialisa di RSPAD, dan saat ini beliau dipercaya sebagai kepala ruangan unit hemodialisa dibawah supervisor dan bimbingan dr Deden Djatnika, SpPD dan Brigjen TNI dr. Jonny SpPD KGH

Klik pada gambar Untuk Buat Janji