Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Medical Check-Up

Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Medical Check-Up

Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Medical Check-Up penting dipahami agar hasil pemeriksaan akurat. Kesalahan persiapan dapat memengaruhi nilai laboratorium dan interpretasi dokter. Persiapan sebelum medical check-up membantu memastikan hasil mencerminkan kondisi tubuh sebenarnya.

Tidak Makan Besar Menjelang Pemeriksaan

Makan besar dapat meningkatkan kadar gula dan lemak darah. Hasil pemeriksaan menjadi kurang merepresentasikan kondisi tubuh. Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Medical Check-Up mencakup menghindari makan berat sebelum tes.

Tidak Minum Minuman Manis

Minuman manis dapat memengaruhi kadar gula darah. Nilai laboratorium bisa meningkat sementara. Persiapan sebelum medical check-up sebaiknya menghindari minuman berpemanis.

Tidak Mengonsumsi Alkohol

Alkohol memengaruhi fungsi hati dan metabolisme lemak. Hasil pemeriksaan bisa menjadi tidak akurat. Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Medical Check-Up termasuk menghindari alkohol sebelum tes.

Tidak Merokok Sebelum Datang

Merokok dapat memengaruhi tekanan darah dan denyut jantung. Hasil tanda vital bisa berubah sementara. Persiapan sebelum medical check-up sebaiknya tidak merokok.

Tidak Berolahraga Berat

Olahraga berat dapat meningkatkan enzim otot dalam darah. Nilai laboratorium bisa menjadi tidak representatif.

Tidak Begadang

Kurang tidur memengaruhi tekanan darah dan kadar hormon. Kondisi ini dapat mengganggu hasil pemeriksaan. Persiapan sebelum medical check-up sebaiknya cukup istirahat.

Tidak Mengabaikan Instruksi Puasa

Beberapa tes memerlukan puasa sebelumnya. Karena tidak berpuasa dapat memengaruhi hasil gula dan lipid darah.

Tidak Menunda Konsultasi Dokter

Tidak menyampaikan obat yang dikonsumsi dapat memengaruhi interpretasi hasil. Informasi yang lengkap membantu penilaian yang tepat. Persiapan sebelum medical check-up mencakup komunikasi yang jujur.

Layanan Cek Lab Wahid Clinic tersedia untuk membantu pemeriksaan medical check-up dengan hasil yang akurat dan terpercaya.

Cek instagram @wahidclinic untuk info kesahatan menarik lainnya! https://www.instagram.com/wahidclinic

Pimpinan Wahid Clinic
Pimpinan Wahid Clinic

Mayjen TNI (Purn) dr. Komarudin Boenjamin, Sp.U

adalah pimpinan Wahid Clinic, beliau merupakan anggota dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia, dan menamatkan pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Urologi di Universitas Indonesia.

Saat ini beliau juga berpraktik pada Poli Urologi Wahid Clinic setiap sabtu

Supervisor KGH
brigjen dr jonny sppd kgh supervisor kgh wahid

Brigjen TNI dr. Jonny, Sp.PD., KGH., M.Kes., M.M., DCN

adalah Supervisor KGH unit hemodialisa kami, Beliau meluluskan pendidikannya di Universitas Padjadjaran sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi.

salah satu perawat mahir yang berpraktik di wahid clinic pun adalah anak didik langsung saat pelatihan hemodialisa di RSPAD

Dokter Spesialis
dr. Sri Rahaju SppD Finasim

dr. Sri Rahaju Sp.PD FINASIM

adalah dokter Spesialis Penyakit Dalam, yang telah berpengalaman bertahun-tahun,

Pada tahun 1995, beliau lulus dari Universitas Indonesia dan mendapat gelar Dokter Umum. Setelah itu, beliau kembali melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2006.

Dokter
dr Risya Salimah wahid clinic

dr. Risya Salimah

dr Risya Salimah menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Jenderal Soedirman, dan telah menyelesaikan pelatihan  hemodialisa di RSPAD, dan saat ini beliau dipercaya sebagai kepala ruangan unit hemodialisa dibawah supervisor dan bimbingan dr Deden Djatnika, SpPD dan Brigjen TNI dr. Jonny SpPD KGH

Klik pada gambar Untuk Buat Janji